Sabtu, 05 Mei 2012

Hadiah Untuk Jodoh / Calon Istri

Hadiah Untuk  Jodoh
Setelah lamaran diterima, sobat kontak jodoh dan biro jodoh layak memberikan beberapa hadiah untuk jodoh atau calon istri Anda sesuai dengan kemampuan, seperti bahan pakaian dan lain-lain yang biasa dijadikan sebagai hadiah. Sebab, urf atau kebiasaan memiliki peran tersendiri dalam Islam selama tidak bertentangan dengan nash syariat.
Kenyataan membuktikan bahwa urf atau tradisi pada sebagian besar negara Islam sering kali bertentangan dengan nash Islam, dan sebab itulah terjadi hal-hal yang tidak pernah diperkirakan dan membahayakan aspek keagamaan kaum muslimin. Di antaranya adalah tradisi yang biasa dilakukan kaum muslimin yang disebut dengan istilah dablah khuthubah (cincin tunangan) atau syabakah di mana mereka berkumpul dengan tidak berdasarkan pada ketaatan kepada Allah 3s. Pelamar dan wanita yang dilamar duduk di antara banyak orang, lalu keduanya saling mengenakan cincin emas.

Seharusnya kaum muslimin mengetahui bahwa Islam tidak menyetujui praktik semacam itu, sebab wanita yang dilamar masih berstatus orang asing bagi laki-laki yang melamar. Wanita yang dilamar tidak boleh bersalaman dan disentuh oleh laki-laki tersebut.
Kendati Islam bersikap toleran dengan membolehkan seorang laki-laki muslim untuk melihat calon istrinya, tetapi tidaklah etis jika batas-batas agama dilanggar. Adalah musibah jika kita mengikuti tradisi Ahli Kitab dan berada di belakang kebiasaan mereka, seakan-akan mereka adalah teladan yang patut dicontoh. Banyak di antara kalangan anak muda yang akhirnya mengenakan emas.
Benar apa yang disabdakan Nabi Saw, "Engkau pasti akan mengikuti tradisi kaum sebelum kalian sejengkai demi sejengkai, sehasta demi sehasta. Bahkan, walaupun mereka memasuki lubang biawak, engkau pasti ikut masuk." Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang kau maksudkan adalah kaum Nasrani dan Yahudi?" Beliau menjawab, "Benar." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Seharusnya, kita yang harus menarik mereka dari kekufuran dan ateisme, serta menunjukkan mereka pintu keimanan dan keislaman. Namun kenyataannya berbeda. Justru orang-orang buta yang menuntun orang-orang sehat lagi tidak buta dan orang-orang yang mendapatkan petunjuk yang justru mengikuti tradisi orang-orang kafir dan menyimpang. Maka, benar apa yang diungkapkan seorang penyair:
Justru si buta yang menuntun si awas Sungguh sesat orang yang dituntun orang buta. Beberapa Hal yang Diharamkan Ketahuilah bahwa tunangan merupakan sesuatu yang diharamkan sampai kapan pun. Dan setiap kalung, gelang, jam, dan lain-lain yang terbuat dari emas, tidak boleh dikenakan sampai Hari Kiamat oleh kaum taki-laki. Nabi & pernah memegang sutra di tangan kanan dan emas di tangan kiri sambil berkata, "Sesung-guhnya keduanya haram bagi kaum laki-laki dari umatku." Ibnu Majah menambahkan, "Dihalalkan bagi kaum wanita." (HR. Imam Ahmad)

0 komentar:

Poskan Komentar