Cara Melamar Yang Baik Menurut Islam

Posted by BIRO JODOH on Kamis, 19 Februari 2015

Jika anda sudah menemukan orang yang anda rasa sudah cocok dengan hati anda, dan sudah waktunya bagi anda untuk melepas masa lajang anda. maka segerakanlah menikah. Sebelum menikah, terkadang seseorang perlu waktu untuk mengenal lebih dalam lagi tentang identitas seseorang. Apalagi jika tidak saling  kenal dan hanya pernah bertemu sekali saja. 
 
Ada beberapa cara yang di lakukan seseorang untuk dapat mengenal dengan baik orang yang di cintainya antara lain:



Pacaran

Yang pertama yaitu pacaran. Seseorang terkdang berpikir bahwa untuk mengenal dengan baik orang yang kita cintai harus dengan pacaran. Kenapa? Karena bagi mereka pacaran adalah memiliki seutuhnya pasangan yang kita cintai dan kita harapkan untuk hidup bersamanya.

Tunangan

Tunangan adalah sebuah ikatan yang di lambangkan dengan sepasang cincin yang melingkar di jari calon mempelai pria dan calon mempelai wanita. Dengan pesta yang di rayakan untuk menambah citra kebahagiaan yang sedang melanda hatinya.

Lamaran

Lamaran adalah sebuah proses untuk mengenal calon istri/suami dengan cara syukuran, mendekatkan dua keluarga yakni keluarga laki- laki dengan keluarga perempuan. Yang di tandai dengan berkumpulnya kedua keluarga tersebut dalam satu tempat untuk membahas masalah pernikahan yang akan di laksanakan.

Ta’arufan

Ta’arufan yaitu mengenal seseorang yang kita cintai dengan sedetail- detailnya. Bahkan hingga mengenal keluarganya dan segala macam kepribadiannya dan kehidupannya sehari- hari.

Hibah

Hibah adalah proses untuk mengenal seseorang yang akan menikah bersama kita untuk mengetahui  bagaimana orang tersebut dan apakah dia juga mengharapkan hal yang sama dengan anda yakni, sama- sama ingin bersatu dalam mahligai rumah tangga, pernikahan.

Anda sudah tau beberapa proses untuk mendapatkan jodoh? Bagaimana menurut anda? cara apakah yang cocok bila ingin mendapatkan jodoh yang baik? 

Tidak ada cara yang baik menurut islam untuk mengenal calon kecuali dengan menghibah. Karena ta’aruf terkadang juga dapat menjerumuskan seseorang ke dalam dosa. Kalau hibah, hanya melihat satu kali dan melihat lagi ketika dalam pernikahan.

Semoga bermanfaat.  

Blog, Updated at: 2/19/2015

0 komentar:

Poskan Komentar