Merangkai tasbih cinta

Posted by BIRO JODOH on Rabu, 06 Mei 2015

Berkaca pada jejak langkah, berkompromi dengan keadaan maka setiap ketegangan dan ketidaksenangan adalah momen yang sengaja diciptakan oleh Allah untuk proses dalam aliran penciptaan baru kehidupan. Dan setiap kesulitan selalu mengandung element untuk berubah menjadi lebih sadar. Untuk menggapai proses, dibutuhkan pengorbanan dan daya kreatifitas yang segar-baru. Bahwa sesungguhnya penderitaan hidup tidak sepenuhnya buruk, mungkin ia tampak menakutkan, menyakitkan, dan membutakan. Namun sesungguhnya penderitaan hidup adalah sampul dari pelajaran-pelajaran dariNYA.

Hidup ini adalah simponi yang kita mainkan dengan indah. Cinta dengan kuat menumbuhkan, mengembangkan dan memekarkan.  Cinta, dengan begitu, merupakan dinamika yang bergulir secara sadar diatas latar wadah perasaan.  Dan manakala kesadaran spiritual  justru bertumbuh mendadak pada detik inagurasi, Cinta yang terbelah dan tersublimasi diantara kesadaran psiko-spiritual, yakinlah akan berujung dengan keagungan:

Bahwa menikah adalah hal yang sangat kodrati, tidak dapat dimatematiskan, tidak bisa dimodelkan sesederhana persamaan fisika quantum…walaupun bisa dipetakan. Variable pendukungnya juga tidak bisa diuraikan dalam kesetimbangan aksi dan reaksi. Tak ada standar yang baku tentang kesiapan menikah yang bisa diteorikan seperti kesiapan emosi, intelektual, wawasan dan sebagainya karena memang  Menikah adalah sebuah elemen kodrati sebagaimana rezeki dan juga ajal. Tak
akan salah atau terlambat  datangnya kepada setiap orang dan tak bisa dimajukan
ataupun ditahan.

Dan yang lebih penting kita dapat mempelajari bagaimana mencintai dan mendukung orang yang kita cintai dengan cara yang lebih bijaksana. Cinta itu ajaib, dan dapat berlangsung lama kalau kita memahami dan menerima perbedaan-perbedaan karakter masing-masing. Mencintai seseorang berarti sudah mengukur batas kemampuan diri sendiri untuk bisa menerima/memahami apa dan bagaimana dia sebagaimana adanya, sehingga segala perbedaan yang ada menjadi kekayaan bersama untuk saling menambah, mendukung dan saling menutupi kekurangan

Bahwa dua orang yang menjadi satu dalam cinta [pernikahan] adalah suatu proses penyempurnaan, melengkapi dan enrichment kualitas diri melalui kekhasan dan keunikan masing-masing dalam rangka mewujudkan tujuan bersama.

Hidup ini cair, semesta bergerak dan waktu terus berjalan pada sungai kehidupan yang terus mengalir. Kalau cinta sudah terurai jadi laku, cinta itu sempurna seperti pohon, akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam laku. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Blog, Updated at: 5/06/2015

0 komentar:

Posting Komentar